• Kasus Gancet Menurut Para Ahli Medis

    Penis captivus atau yang diketahui dengan istilah gancet yaitu situasi ketika penis terjepit di dalam vagina ketika berkaitan seks. Penis dapat terjepit karena otot vagina yang tiba-tiba menekan lebih kuat ketimbang lazimnya. Yang menjadikannya lebih membahayakan, walaupun telah tidak dalam situasi ereksi, penis konsisten tidak dapat ditarik keluar. Bahkan pada beberapa kasus yang pernah terjadi, diperlukan bantuan medis untuk mengeluarkan penis dari vagina.

     

    Sejak dahulu, terdapat pro dan kontra mengenai kejelasan dari benar atau tidak benarnya kasus gancet ini. Meskipun belum ada penelitian atau bukti medis dari situasi ini, tapi bukan berarti laporan mengenai kasus hal yang demikian tidak ada dalam literatur medis. Masih simpang siurnya kabar mengenai kasus gancet menimbulkan anggapan yang berbeda-beda. Hampir seluruh pemberitaan dan laporan medis mengenai gancet atau penis captivus hanya didasari oleh desas-desus atau kabar yang kebenarannya belum dapat dipertanggungjawabkan.

     

    Melainkan, setidaknya kedua kasus gancet yang telah dibuktikan di atas menjadi bukti bahwa penis captivus dapat terjadi. Pada dasarnya, penis terjepit pengaruh kontraksi vagina menjepit penis yang sedang mengalami ereksi. Dikala ereksi perlahan-lahan berkurang, karenanya penis dapat dikeluarkan. Meskipun masih ada unsur-unsur lain yang menjadi pemicunya, semisal karena perhiasan yang dikenakan pada organ intim.

     

    Mengenai kejadian gancet yang berlangsung selama berjam-jam atau hingga berujung terhadap kematian, masih yaitu kemungkinan yang belum dapat disingkirkan. Meskipun langka, kasus gancet yang selama ini sering dianggap sebagai rumor, kemungkinan pernah terjadi juga di Indonesia. Melainkan, publikasi medis berkaitan kasus ini susah ditemukan.

     

    Mengingat penis captivus atau gancet dapat saja terjadi pada siapapun, karenanya beberapa sistem di bawah ini dapat dikerjakan sebelum memastikan untuk meminta pertolongan medis, yaitu:

     

    ·         Hindari panik dan konsisten tenang. Panik justru membikin penis makin terjepit dan menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan bertambah.

    ·         Menenangkan diri masing-masing dengan menarik nafas panjang selama beberapa kali. Semisal ini ditujukan agar otot-otot juga turut rileks dan perlahan organ kelamin yang saling melekat terlepas.

    ·         Jangan melakukan apa malah yang dapat menyakiti diri dan pasangan selama hal itu terjadi. Jika memaksa menarik kelamin atau memakai pelumas agar kelamin dapat terlepas, karena hal hal yang demikian tidak akan mengatasi situasi ini.

    ·         Jika sesudah beberapa menit masih menemui jalan buntu alias belum terlepas juga, karenanya seketika hubungi layanan medis dar Dokter mungkin dapat menyuntikkan penenang otot pada Anda dan pasangan untuk menolong meringankan kontraksi.

    ·         Jika kejadian hal yang demikian terulang lagi, seketika konsultasikan ke dokter untuk dikerjakan pemeriksaan lanjutan berkaitan dengan penyebabnya, mulai dari vaginismus atau situasi sulit aliran darah pada organ seksual.

     

    Penis captivus atau gancet sering dikaitkan dengan vaginismus. Melainkan, situasi ini berbeda. Vaginismus yaitu situasi ketika otot vagina mengalami kejang pada ketika dimasuki sesuatu, semisal penis, sehingga susah dikerjakan penetrasi. Sementara itu pada situasi penis captivus, penis justru terperangkap di dalam vagina dan tidak dapat keluar.

     

    Vaginismus kemungkinan ada kaitannya dengan rasa takut atau khawatir ketika akan berkaitan seks. Para pakar medis malah belum mendapatkan bukti kuat mengenai penyebab penyakit ini. Untuk situasi vaginismus, wanita yang mengalaminya dapat berlatih untuk mengontrol otot di sekitar vagina. Salah satu caranya yaitu dengan rutin melakukan senam Kegel. Di dalam masyarakat, penis captivus atau gancet sering kali dianggap sebagai hukuman dari perilaku asusila. Melainkan secara medis, beberapa pakar ada yang menganggap gancet sebagai jenis lain dari vaginismus yang jarang terjadi.


  • Comments

    No comments yet

    Suivre le flux RSS des commentaires


    Add comment

    Name / User name:

    E-mail (optional):

    Website (optional):

    Comment: